Categories
Berita Polisi Surabaya Uncategorized

Hujan Lebat Disertai Petir, Pukul 17.20 Surabaya Terendam Banjir, Pukul 19.30 Surut

Surabaya – Hujan lebat disertai petir terjadi di Surabaya Rabu (15/1) sore. Akibatnya, beberapa jalan di Surabaya pada pukul 17.20 terendam air. Genangan itu membuat mesin kendaraan mogok. Beberapa ruas jalan juga ditutup sementara. Namun, pada pukul 19.30, air mulai surut.

Di wilayah barat, air merendam ruas Jalan Mayjen Sungkono, Darmo Park, Manukan, dan Lontar. Di selatan Jalan Wonobayu, Indragiri, Hayam Wuruk, dan Ketintang juga terendam. Di wilayah timur genangan terjadi di Jalan Pucang, Kendangsari. Kedalaman air yang menggenangi jalan bervariasi.

Genangan tersebut membuat pemkot menutup beberapa ruas jalan. Dari aplikasi transportasi milik pemkot, pukul 18.30 jalan yang ditutup, antara lain, Jalan Ciliwung, Hayam Wuruk, sebagian Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Graha Bukit Darmo, dan Raya Manukan Kulon Kanitlantas Polsek Dukuh Pakis Ipda Maryadi mengatakan bahwa titik yang paling parah adalah kawasan Jalan Mayjen Sungkono dan Darmo Park II. Ketinggian air di sisi selatan jalan sampai seperut orang dewasa. Akibatnya, banyak kendaraan roda dua yang mogok. Sebagian lagi terpaksa menepi ke tempat yang lebih tinggi.

Selain itu, titik lainnya adalah Jalan HR Muhammad, mulai depan Merlion School ke timur hingga depan Vasa Hotel. Banjir di sana memang hanya setinggi lutut. Namun, arusnya yang kencang membahayakan warga, terutama pengendara sepeda motor. Karena itu, untuk mengantisipasi kendaraan atau warga terseret arus, petugas gabungan dari kepolisian, satpol PP, linmas, dan satgas lainnya terjun ke titik yang aliran airnya deras. Selain itu, ada belasan petugas lalu lintas yang membantu mengarahkan pengendara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. ”Ya, kita antisipasi saja dulu. Tapi untuk sementara, Dukuh Pakis dan sekitarnya aman,” kata Maryadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Surabaya Eddy Christianto mengatakan, tinggi genangan di beberapa titik lokasi berkisar 10–20 sentimeter. Namun, untuk kawasan Mayjen Sungkono, tepatnya di salah satu area kompleks swalayan, tinggi genangan setara dengan tinggi sepeda motor.

”Tinggi jalan di area kompleks swalayan memang lebih rendah 1 meter dengan Jalan Mayjen Sungkono. Air masuk kompleks,” katanya. Namun, persoalannya bukan hanya soal tinggi jalan. Salah satu penyebab utamanya adalah pintu air di sekitar kompleks terlambat dibuka oleh petugas. Akibatnya, laju air tersendat. Padahal, aliran air di Jalan Mayjen Sungkono lancar.

Pihaknya bersama petugas langsung membuka pintu air itu dan perlahan banjir mulai surut. Termasuk mengevakuasi kendaraan bermotor yang terjebak. Eddy menyatakan, hari ini dirinya meminta camat setempat segera menghubungi pengelola agar mengerahkan petugas untuk berjaga di pintu air dan membersihkan sampah di sekitar halaman parkir. ”Biar tidak terlambat. Ini juga di area saluran banyak sampah. Ada kayu, styrofom, dan sebagainya,” katanya.

Prakirawan BMKG Tanjung Perak Adi Hermanto mengatakan, hujan deras menyelimuti Surabaya. Kemarin sore (15/1) intensitas hujan mencapai 2,5 milimeter dalam waktu tiga jam. Kemudian, kecepatan angin mencapai 25 kilometer/jam.

Namun, kondisi tersebut terjadi di wilayah pesisir pantai. Untuk kondisi cuaca di pusat Kota Surabaya, pihaknya belum bisa memastikan. ”Kondisi ini masih berhubungan dengan prediksi cuaca ekstrem yang terjadi pada Kamis (9/1) hingga Sabtu lalu (11/1),” kata Adi.

Kondisi tersebut akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Cuaca ekstrem mendominasi wilayah daratan. Terutama pesisir pantai. Di laut, saat ini kondisinya mulai kembali normal.

Baca juga: Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: Jawapos.com

Kapolrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *