Tokoh Pemuda Surabaya Deklarasi Tolak Aksi Anarkisme

Surabaya – Sejak disahkan Omnibus Law UU Cipta kerja oleh DPR-RI menuai pro dan kontra, yang memicu unjuk rasa dari masyarakat. Hal ini membuat Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menyelenggarakan deklarasi dan pernyataan sikap menolak aksi anarkisme.

Kegiatan bertajuk warga Surabaya menolak keras aksi anarkisme di Jawa Timur, yang dilaksanakan di Graha Bhara Daksa, Polrestabes Surabaya turut dihadiri oleh beberapa tokoh dan organisasi masyarakat, serta beberapa perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Mengevaluasi dari kejadian unjuk rasa di Surabaya pada tanggal 8 Oktober 2020 lalu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P mengadakan kegiatan deklarasi dan pernyataan sikap yang menolak aksi anarkisme khususnya di Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Kapolrestabes Surabaya menegaskan hak menyampaikan pendapat didepan umum sudah diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“ Pro dan kontra dalam negara demokrasi seperti Indonesia ini hal yang biasa. Namun, budaya kita sebagai bangsa yang santun, yang ramah bukan bangsa yang bringas. Hak menyapaikan pendapat, hak berkumpul, hak berserikat, hak menyampaikan pikiran merupakan hak asasi dan dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945,” ucap Kombes Pol Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P dalam sambutan deklarasi anti anarkisme, Jum’at (16/10/2020).

Deklarasi dan pernyataan sikap menolak keras aksi unjuk rasa anarkis di Kota Surabaya maupun di Jawa Timur, dibacakan oleh Andi Baso Suherman selaku Ketua Pemuda Pancasila dan diikuti oleh semua tamu yang ada diruangan. (alf)

Comments |0|

Legend *) Required fields are marked
**) You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>
In category: Relationships
Tagged with: