Haru, mungkin rasa itu yang bisa menggambarkan perasaan sejumlah 28 tahanan yang ada di Mapolres Tulungagung. Betapa tidak, mereka diajak Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar untuk berbuka bersama.

Tidak hanya sekedar berbuka, namun Kapolres juga mengikuti tausiah dan sholat berjamaah. Kegiatan buka bersama tahanan ini diikuti juga pejabat utama Polres Tulungagung dan Perwakilan Bhayangkari.

Menurut Kapolres, tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan motivasi kepada tahanan yang saat ini menghuni rumah tahanan Mapolres Tulungagung agar tetap ikhtiar menjalani fase hidup yang saat ini dijalani.

“Kita berusaha memberikan motivasi pada rekan kita yang sedang menghadapi ujian. Setiap manusia memiliki masalah hidup dengan tingkatan berbeda beda, oleh sebab kali ini kita ajak pejabat utama polres dan bhayangkari untuk bisa merasakan dan berbuka puasa dengan tahanan,” ujar Tofik.

Selain itu pihaknya juga meminta anggotanya untuk memperbanyak rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan selama ini. Termasuk syukur atas udara bebas yang saat ini masih bisa dihirup dan dinikmati.

“Untuk meningkatkan rasa syukur kita. Khususnya anggota saya, agar bisa merasakan nikmat kebebasan yang saat ini dimiliki,” lanjutnya.

Kapolres juga berpesan, bagi para tahanan di Mapolres Tulungagung untuk tidak pernah berhenti berdoa agar bisa menjalani masa tahanan dengan baik dan diberikan kesabaran selama berada di dalam tahanan.

Salah satu tahanan, Harianto mengaku terharu dengan perhatian yang diberikan Kapolres kepada para tahanan ini. Harianto mendekam di rutan Mapolres Tulungagung sejak 40 hari yang lalu akibat pengeroyokan yang dia lakukan.

“Ya terharu, biasanya sama anak istri sekarang ini jauh. Apalagi saya juga tidak bisa ketemu anak-anak saya, karena keluarga merahasiaka masalah saya,” ujar bapak dua anak tersebut.

Meski demikian, Harianto memandang positif kegiatan yang melibatkan tahanan tersebut, sebab bisa memberikan motivasi bagi tahanan sekaligus sebagai sedikit hiburan diantara keseharian warga tahanan yang selalu terkungkung tembok tahanan.

“Bagus yang seperti ini, bisa dijadikan motifasi untuk saya sekaligus refreshing, soalnya ada di dalam tahanan itu sumpek dan tidak bisa bergerak bebas,” ucapnya.

Hariyanto meminta warga lainnya bisa menghargai kebersamaan bersama keluarga, dan tidak melakukan perbuatan kriminal seperti yang pernah dilakukannya. “Jangan main hakim sendiri, serahkan semua kasusnya kepada polisi. Dipenjara tidak enak,” pungkasnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here