Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan menyita 18.750 kilogram beras Bulog yang dikemas ulang untuk dijual kembali. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun meminta kasus ini diusut tuntas.

“Dugaan beras yang dioplos dibuatkan label, jadi premium,” kata Kapolri soal modus para pelaku saat diwawancarai wartawan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (8/1/2017).

Tito telah meminta Polda Kalimantan Selatan untuk mengusut tuntas kasus ini. Namun dia mengingatkan agar jangan sampai pasokan beras jadi terganggu karena penanganan yang dilakukan Polri.”Jangan sampai pelaku usaha jadi takut dan akhirnya terjadi gangguan pada mekanisme pasar. Oleh karena itu saya minta kapolda Kalsel cepat tangani,” tegas Tito.

“Sisihkan berasnya, tapi sisa berasnya diserahkan pada yang berwenang melalui koordinasi dengan Bulog, Kemendag, untuk digunakan dalam operasi pasar sehingga pasokan pada masyarakat tidak terganggu karena penindakan oleh kepolisian,” sambungnya.

Sumber: Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here