Beritapolisi.net, Jakarta – Salah satu petinggi Polri disebut-sebut menerima aliran dana suap dari Direktur CV Sumber Laut Perkasa Basuki Hariman. Dugaan aliran dana ini diungkap oleh platrofm digital, Indonesialeaks.

Dalam laporan Indonesialeaks, petinggi Polri itu menerima kucuran dana dari Basuki yang tak lain adalah terpidana kasus suap kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar pada Januari 2017 yang dulu diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi.

Menyikapi kabar tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan langsung menyatakan bantahan. Dia memastikan, petinggi Polri yang disebut Indonesialeaks menerima aliran dana itu tidak benar.

“Itu kan tahun 2017 dan kami sudah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan kepada Pak Basuki langsung,” kata Adi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 8 Oktober 2018.

Pada pemeriksaan Basuki, kata Adi, pihaknya telah menanyakan langsung soal aliran dana kepada petinggi Polri yang tak lain adalah Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

 

“Jawaban Pak Basuki apa? Tidak pernah. Selesai. Kalau sumbernya saja bilang tidak pernah, masa kami harus bilang ada,” kata dia.

Adi juga menanggapi soal kabar perusakan barang bukti aliran dana itu oleh dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yakni AKBP Roland dan Kompol Harun yang kini sudah ditarik Polri.

Menurutnya, buku merah yang disebut berisi catatan aliran dana sudah dijadikan barang bukti pengadilan dan tidak ada masalah hingga saat ini.

“Siapa yang bilang dirobek. Gini loh, sekarang buku merah (berisi catatan aliran dana) sudah dijadikan barang bukti di pengadilan. Enggak ada apa-apa kan? Berjalan lancar aja pengadilan itu,” kata dia.

Namun, Adi yang juga eks penyidik utama Bareskrim Polri ini memastikan, pihaknya masih tetap menanyakan ke Basuki soal dugaan aliran dana kasus impor daging sapi itu. “Kami sudah tanyakan ke sumbernya dan dijawab enggak benar,” kata Adi.

 

Sejumlah media nasional yang menamakan diri sebagai Indonesialeaks merilis hasil investigasi mengenai kasus korupsi yang diduga melibatkan para petinggi penegak hukum di negeri ini. Mereka juga mencium adanya indikasi kongkalikong untuk menutupi rekam jejak kasus tersebut.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah disebutnya nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Indonesialeaks menyatakan bahwa suatu dokumen menyebut Tito tercatat paling banyak mendapat duit dari Basuki, langsung maupun melalui orang lain baik ketika menjabat sebagai kapolda Metro, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada Maret-Juli 2016 maupun ketika sudah dilantik sebaga kapolri.

Sumber : Viva.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here