Tim Buser Reskrim Polsek Sedati Polres Sidoarjo kembali mengungkap sindikat jaringan pelaku pencurian sepeda motor (curanmor). Dalam kasus ini, satu bandit ranmor berhasil diringkus di sebuah Gang buntu di Desa Pranti Kecamatan Sedati.

Tersangka diketahui bernama M Firman Felani (21) alias Pluto, warga Jl A Yani RT003 RW02 Desa Segorotambak, Kec. Sedati, Kab. Sidoarjo. Dua pelaku lainnya, W dan B berhasil kabur dan masih dalam pengejaran petugas.

Informasi yang dihimpun, aksi kawanan pelaku pencurian yang terjadi di depan warung kopi di wilayah RT.07 RW.03 Desa Pranti, Sedati itu, berlangsung Selasa, (1/1) sekitar pukul 11.30 WIB.

Semula tersangka bersama kedua temannya berinisial W dan B, mengendarai sepeda motor boncengan tiga. Dari awal, niat mereka sengaja mencari sasaran pencurian motor yang diparkir atau ditinggal pemiliknya. Saat melintas di depan warkop dimaksud, salah satu pelaku melihat ada sepeda motor terparkir depan warkop dengan posisi kunci kontaknya masih menempel.

Tak ingin melewatkan kesempatan itu, tersangka Firman dan B langsung turun dari motornya dan mendekati sasaran motor korban yang sudah mereka incar sebelumnya. Begitu pelaku beranjak kabur, aksinya justru dipergoki oleh korban (pemilik kendaraan). Merasa panik, lantas pelaku bergegas melarikan diri dengan membawa motor korban.

Apesnya, jalan yang tengah dimasuki pelaku ternyata jalan buntu. Melihat bandit motor itu terjebak tidak mendapati jalan keluar, lantas polisi dibantu warga mengepungnya ramai-ramai. Satu pelaku berhasil ditangkap Tim Buser Reskrim Polsek Sedati Polres Sidoarjo, dua kawanan lainnya melarikan diri. Selanjutnya pelaku diserahkan ke Polsek Sedati Polres Sidoarjo guna proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Sedati, AKP. I Gusti Made Merta, SH membenarkan penangkapan tersebut. Dia mengatakan, sindikat pelaku ranmor ini sudah lama meresahkan warga. Mereka kerap beraksi di sejumlah wilayah, seperti di Sedati, Waru dan Surabaya. “Bahkan, yang bersangkutan sudah 5 kali melakukan aksi pencurian dengan sasaran TKP berbeda,” ungkapnya.

Gusti menerangkan, selama ini unit motor yang sudah berhasil mereka curi, dijual oleh W dan B (DPO), yang selanjutnya uang hasil penjualan dibagi untuk makan setiap hari. “Pelaku kita jerat Pasal 363 KUHP, tentang Curabmor,” pungkas Gusti.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here