Sarapan jadi waktu makan terpenting harian. Sebuah studi terbaru menunjukkan melewatkan sarapan bisa picu kenaikan berat badan, bahkan jika seseorang tidak makan banyak sepanjang hari.

Sarapan sangat penting bagi tubuh setelah sebelumnya berpuasa kurang lebih selama delapan jam saat tidur. Oleh karena itu, melewatkan sarapan dapat menurunkan metabolisme dan juga membuat tubuh menginginkan banyak makanan jenis apapun sepanjang hariDilaporkan NDTV (5/12), menurut sebuah studi terbaru, melewatkan sarapan dapat mengganggu jam internal tubuh dan menyebabkan kenaikan berat badan. Bahkan hal tersebut tetap berlaku sekalipun seseorang tidak makan terlalu banyak sepanjang hari. Sebelumnya, melewatkan sarapan telah dikaitkan dengan berbagai penyakit yang diantaranya adalah diabetes tipe 2, hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Namun dampak waktu makan yang tepat pada jam internal tubuh tidak begitu jelas.

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Tel Aviv (TAU) dan Hebrew University di Israel, akhirnya dapat menemukan adanya efek sarapan pada ekspresi “clock genes” yang mengatur glukosa pasca makan dan respons insulin pada individu sehat maupun penderita diabetes.

Hasilnya menunjukkan bahwa sarapan dapat memicu ekspresi gen siklus siklik yang tepat yang mengarah ke kontrol glikemik yang lebih baik.

Salah seorang peneliti dari TAU, Daniela Jakubowicz berkata, “Gen circadian clock tidak hanya mengatur perubahan metabolisme glukosa circadian, tapi juga mengatur berat badan, tekanan darah, fungsi endotel dan aterosklerosis.”Waktu makan yang tepat, seperti mengonsumsi sarapan sebelum 09:30 dapat menyebabkan peningkatan keseluruhan metabolisme tubuh, memfasilitasi penurunan berat badan, dan menunda komplikasi yang terkait dengan diabetes tipe 2 dan gangguan terkait usia lainnya.”

Melalui 18 partisipan dengan kondisi sehat dan 18 partisipan yang menderita obesitas dengan diabetes, studi ini membandingkan kondisi peserta saat makan pagi dan makan siang, dengan kondisi saat hanya mendapatkan makan siang.

Tes darah dilakukan untuk mengukur postpradial clock gene expression para peserta, glukosa plasma, insulin dan aktivitas peptida-1 peptida-1 (iGLP-1) dan dipeptidyl peptidase IV (DPP-IV).

Baik pada individu sehat maupun penderita diabetes, terbukti konsumsi sarapan memperbaiki secara cepat ekspresi gen jam tertentu yang terkait dengan penurunan berat badan yang lebih efisien, dan dikaitkan dengan peningkatan kadar glukosa dan insulin setelah makan siang.Di sisi lain, pada hari peserta melewatkan sarapan, menyebabkan terjadinya lonjakan gula darah dan tanggapan insulin yang buruk sepanjang hari itu, yang selanjutnya berlanjut menunjukkan kenaikan berat badan bahkan jika tidak makan berlebihan sepanjang hari.

Jakubowicz berpendapat, fakta bahwa kita bisa mengubah ekspresi gen hanya dalam waktu empat jam merupakan hal yang sangat mengesankan. Nah, bagaimana? Masih ingin melewatkan sarapan?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here