Kapolri Ajak Mahasiswa Palembang Jaga Keutuhan Bangsa

0
18

Kapolri Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian
menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa. Sejak Indonesia merdeka 72 tahun lalu, nikmat yang paling besar yakni keutuhan, tidak adanya perpecahan bangsa.

“Kalau kita menggunakan komparasi (perbandingan), Uni Soviet merupakan negara dengan kekuatan militer terkuat nomor 2 di dunia. Tapi ternyata mereka pecah menjadi beberapa negara pada tahun 1992”, ujar Tito karnavian saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Kongres ke – 4 Dewan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam (DEMA/BEM PTAI) se-Indonesia di Akademik Center UIN Raden Fatah Palembang, Rabu (11/10).

Namun, Kapolri menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa kepada seluruh mahasiwa yang hadir. Di salah satu potongan kalimatnya, Kapolri Tito juga sempat mengatakan sejarah nama ‘Tito’, Hal ini bermula ketika jendral bintang 4 tersebut menjelaskan mengenai perbandingan keutuhan negara Republik Indonesia (RI) dan negara-negara sahabat.

“Di organisasi negara-negara non blok, Indonesia dan Yugoslavia punya cerita berbeda. Presiden Soekarno berhasil membawa Indonesia ke gerbang pintu kemerdekaan dan utuh hingga sekarang. Sedangkan Yugoslavia di bawah pemimpinnya, Josep Brostito, juga terpecah menjadi beberapa negara. Josep Brostito, dari situlah nama saya (Tito) berasal”, kata Kapolri.

Jendral kelahiran Palembang ini mengatakan, negara Yugoslavia pecah menjadi 7 negara di antaranya Bosnia-Herzegovina, Kroasia, Macedonia, Serbia, Montenegro, Slovenia dan Kosovo,”Tambahnya.

“Bangsa kita hari ini masih menyanyikan lagu Indonesia Raya. Negara Yugoslavia yang dipimpin Josep Brostito tadi, mana mau menyanyikan lagu kebangsaan karena mereka sudah terpecah”, kata lulusan terbaik Akademi Kepolisian Tahun 1987 itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here