Keinginan bos First Travel Andika Surachman menggunakan aset yang disita untuk membiayai jemaah yang gagal umrah tidak mudah. Untuk mewujudkan niatan itu, Andika harus menunggu keputusan pengadilan.

“Itu keputusan pengadilan, misal dilelang untuk apa. Kemudian dimasukan ke mana uangnya,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul, saat dihubungi detikcom, Selasa (5/12/2017) malam.

Menurut Martinus, aset yang disita dari Fist Travel merupakan barang bukti kasus penggelapan dan penipuan yang diadukan oleh calon jemaah-nya. Aset pun diduga merupakan hasil dari kejahatan.

“Aset itu kan untuk kepentingan hukum. Dalam hal ini, sebagai barang bukti. Jika sudah lengkap, barang bukti diserahkan ke kejaksaan sebagai alat bukti yang mendukung pidana tersebut. Barang bukti kan dibawa ke pengadilan. Keputusan pengadilan lah (akan) seperti apa,” ucap Martinus.┬áMeski berdasarkan pengakuan Andika kegagalan untuk memberangkatkan umrah jemaah karena persaingan usaha, Martinus memastikan hal itu tidak akan menganulir proses hukum yang bersangkutan. Jika nantinya perusahaan itu dinyatakan pailit, Andika dan istrinya Anniesa Hasibuan, serta iparnya Kiki Hasibuan hanya akan mendapat keringanan hukuman.

“Iya, tidak menggugurkan pidana itu satu. Kemudian dia hanya untuk mendapat keringanan,” ujar Martinus.

Dalam persidangan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (5/12), Andika berjanji untuk memberangkatkan umrah korban Fist Travel. Dia berniat memberangkatkan jemaah dengan menjual aset yang disita polisi dan sokongan dana dari pihak yang disebut sebagai ‘sahabat’ dan ‘lembaga’ yang akan membantu.

“Dengan adanya bantuan para sahabat dan para pendana, diharapkan para vendor yang akan mendukung keberangkatan Bapak-Ibu juga akan terjamin,” katanya.

Andika mengumbar janji agar para jemaah tidak perlu khawatir. Andika memastikan seluruh aset yang disita polisi akan dijual demi membiayai keberangkatan umrah calon jemaah.

“Termasuk semua aset yang disita polisi nantinya kami minta digunakan untuk mendukung pendanaan tersebut,” tutur Andhika.

Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan ditetapkan penyidik Bareskrim Polri sebagai tersangka. Ketiganya diduga telah menipu dan menggelapkan uang 64.685 orang yang hendak umrah. Total kerugian jemaah ditotal mencapai Rp 924.995.500.000.

Pihak Mabes Polri pada Rabu, 30 Agustus 2017, menyebut sejumlah aset yang disita penyidik dari bos First Travel adalah 5 rumah, 8 perusahaan, 5 mobil, termasuk 13 rekening bank.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here