DSC_0477 okDi kota manapun, aksi kejahatan pasti ada dan berkeliaran, termasuk di Kota Surabaya.  Para penjahat tersebut kerap beraksi dengan cara nekad dan sadis terhadap kor bannya, tak perduli korbannya pria, wanita ataupun orang tua bahkan anak-anak. Jika mereka mengincar korban, targetnya sudah harus pasti harus tercapai.

Hebat, satu kata untuk Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya yang baru-baru ini dibentuk Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal. Dalam jangka waktu satu bulan, mereka berhasil mengungkap 92 kasus, yang terdiri dari, 54 kasus curanmor, 28 curat, 6 curas, 2 sajam dan senpi, 1 kasus bawa lari anak dan 1 kasus farmasi dengan total 45 orang tersangka, 40 orang pria dan 5 orang perempuan. Sedangkan tersangka yang ditembak mati 1 orang, dan 17 orang yang ditembak di kaki.

Pada kesempatan tersebut, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol. M. Iqbal mengatakan, pencapaian yang dilakukan Tim Anti Bandit tersebut termasuk luar biasa. Ia berharap angka kejahatan di Kota Surabaya bisa menurun dengan adanya tim tersebut. Kasus paling menonjol ada di 3C, Curas (Pencurian dengan Kekerasan) Curanmor (Pencurian Kendaraan Bermotor) Curat (Pencurian dengan Pemberatan) dengan total 88 kasus.

Proses penangkapan para pelaku 3C ini, pihaknya harus melakukan tindakan tegas dan terukur, sebab selain sadis, para pelaku juga sangat membahayakan petugas saat hendak ditangkap, sehingga terpaksa anak buahnya melumpuhkan 18 pelaku yang ditembak di kaki. Sedangkan 1 ditembak mati, karena saat akan ditangkap melawan dan membahayakan petugas dan pelaku sudah sangat meresahkan masyarakat Kota Surabaya.

Lebih lanjut kata Kapolrestabes, selain menangkap para pelaku, Tim Anti Bandit juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, 4 unit mobil, 16 unit motor, 4 pucuk senjata api, 9 unit HP, 4 buah kunci T dan 7 buah kunci kontak. “Kami juga sudah mengembalikan 2 unit roda 2 kepada pemiliknya yang jadi korban dalam kasus curanmor,” kata M. Iqbal.

Sementara di tempat yang sama, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan, kualitas masing-masing kasus tetap sama dengan periode sebelumnya, Namun secara jumlah kasus menurun. Pihaknya juga masih mengevaluasi tiga macam kejahatan jalan, yaitu 3C yang jadi fokus utama. Tiga indikator itu harus dinilai untuk mengetahui efektivitas Tim Anti Bandit yang dilihat secara berkala.

Selain tindakan represif, Shinto mengaku masih punya misi yang tak kalah penting, yaitu meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat. Sebab selama ini ketelodoran sering dimanfaatkan para Bandit untuk melaksanakan aksinya. Polisi sudah all out dalam pemberantasan, dan masyarakat seharusnya lebih selaras. Ia berharap, dengan adanya Tim Anti Bandit di Kota Surabaya lebih aman dan masyarakat lebih terayomi dari para pelaku 3 C.

Kronologi Penembakan Tersangka
Kamis sekitat pukul 02.30 wib, anggota Tim Anti Bandit Rayon 7 Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dipimpin Ipda Agus Suprayogi mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya upaya percobaan curamor R2 di Jl. Simo Kwagean Buntu Kidul 5-B, Sawahan Surabaya. Saat itu pelaku telah merusak rumah kunci sepeda motor, namun tidak berhasil membawa sepeda motor tersebut. Karena perbuatan tersebut diketahui oleh pemilik sepeda motor, akhirnya pelaku berhasil kabur.

Dari informasi tersebut, Tim Anti Bandit Rayon 7 Satreskrim Polrestabes Surabaya kemudian melakukan penyisiran di sekitar Jembatan Suramadu pukul 06.00 wib, dan saat melewati Jl. Tambak Wedi (dekat pintu masuk jembatan Suramadu-red.) Surabaya, Tim berpapasan dengan orang yang mencurigakan. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap sepeda motor yang dibawa, yaitu Honda Scoopy. Namun aneh, pemilik kendaraan melakukan perlawanan dan melarikan diri.

Kemudian Tim Anti Bandit melakukan pengejaran kepada orang tersebut dan akhirnya berhasil menangkap dengan menembak kaki sebelah kiri dan mengenai betis. Setelah dilakukan interogasi, diperoleh hasil, orang tersebut bernama Imam Bukhori yang mengaku telah melakukan pencurian kendaraan bermotor R2 di Jl. Pakis Wetan IV/4 Surabaya bersama dengan pelaku lain Apri Moch. Soleh alias Dayat.

Berdasarkan keterangan tersebut, selanjutnya sekitar pukul 15.00 wib, Tim Anti Bandit melakukan penggerebekan rumah yang beralamat di Jl. Rembang Selatan, No. 159, Surabaya, yang merupakan tempat kos Apri Moch Soleh. Kemudian tuan rumah yang bernama Truni menemui petugas dan menerangkan bahwa pelaku sudah lama tidak pulang ke rumah ini.

Keesokan harinya, Jumat sekitar pukul 01.30 wib, Tim Anti Bandit melakukan pencarian di wilayah Kecamatan Simokerto. Saat melewati pertigaan Jl. Kapasan – Jl. Simolawang, petugas melihat orang dengan ciri-ciri seperti Dayat sedang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna merah. Selanjutnya petugas memepet dan memotong laju kendaraan pelaku dan memerintahkannya untuk berhenti. Namun ternyata, pelaku spontan melakukan perlawanan dan menyerang petugas dengan menggunakan sebilah pisau penghabisan.

Dalam situasi terdesak dan terancam, petugas selanjutnya mundur dua langkah. Ipda Agus Suprayogi kemudian mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sebanyak 2 kali. Namun hal itu tak dihiraukan pelaku. Malah kemudian menyerang petugas secara membabi buta menggunakan sebuah pisau. Akhirnya, Ipda Agus Suprayogi melakukan tindakan tegas berupa penembakan ke arah pelaku untuk menghentikan serangan pelaku kepada petugas.

Tembakan tersebut teeat mengenai dada sebelah kiri dan ulu hati, sehingga pelaku terjatuh. Selanjutnya petugas melakukan pertolongan kepada pelaku, dan membawa ke rumah sakit terdekat. Namun dalam perjalanan, pelaku meninggal dunia dan selanjutnya dibawa ke kamar mayat RSUD Dr. Soetomo Surabaya. EDITOR/ANSHOR – SURABAYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here