IMG-20170421-WA0111

Jakarta,Jum’at, 21 April 2017

Menjelang bulan ramadhan, Polda Metro Jaya giat lakukan razia yang dapat membuat sembilan bahan pokok pangan melonjak, sehingga merugikan masyarakat diwilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan Dibawah pimpinan Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Wahyu Hadiningrat, Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Polda Metro Jaya berhasil mengamankan dan menangkap pelaku penimbun 15 Ton minyak Curah.

Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga berhasil menangkap pelaku penggelapan dan penimbunan minyak goreng curah di kawasan Cakung, Jakarta Timur itu.

” _Polda Metro Jaya berhasil mengamankan 1 tangki berisi 15 ton lebih minyak curah dari dua orang pelaku_”, ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jum’at, 21/4/2017.

Razia kami lakukan tambah Kabid Humas Kombes Pol Argo sebagai upaya untuk mengantisipasi penimbunan sembako menjelang Ramadan.

” _Pengungkapan ini juga dilakukan sekaligus sebagai upaya antisipasi jelang Ramadan_”, tutur Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Kabid Humas Kombes Pol Argo menjelaskan Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua pelaku, yakni KS (sopir truk pelaku penggelapan) dan TA selaku penadah hasil kejahatan.

” _Keduanya ditangkap pada Senin, 17 April lalu, di Jl Cakung-Cilincing, Cakung, Jakarta Timur. Satu truk tangki berisi 15.540 kg minyak curah berhasil kami sita dan kami amankan dari lokasi itu_”, imbuh Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono juga menambahkan Kasus ini terungkap setelah Polda Metro Jaya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan adanya penampungan minyak sawit di lokasi tersebut.

Kemudian lanjut Kabid Humas Kombes Pol Argo kami melakukan penyelidikan dan informasi tersebut ternyata benar adanya.

” _Harusnya minyak goreng curah ini didistribusi langsung ke masyarakat karena kan bukan kemasan sehingga masyarakat bisa beli sesuai kemampuan_,” tandas Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Tersangka KS merupakan sopir distributor minyak goreng curah tersebut. Seharusnya minyak dari pabrik di Margonda, Depok, itu didistribusikan ke Bandung, Jawa Barat, tapi dia membelokkan dan dijual kepada tersangka TA.

” _Dengan adanya kejadian seperti ini, distribusi ke masyarakat berkurang dan mempengaruhi harga pasar_,” ungkap Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Harga resmi minyak goreng curah dari distributor adalah Rp 11.000-15.000 per liter, namun tersangka KS menjual minyak goreng tersebut kepada TA dengan harga Rp 6.500 per liter.

” _Tersangka TA menjual kembali ke masyarakat dengan harga Rp 9.000 per liter, sehingga keuntungannya sekitar Rp 2.500-3.000 per liter yang didapat penadah ini_,” tutup Kabid Humas Kombes Pol Argo.

Atas perbuatannya, tersangka TA dijerat dengan Pasal 374 juncto Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 32 ayat 2 juncto Pasal 30-31 UU RI No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal serta Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 8 ayat 1 UU RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan tersangka KS dijerat dengan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here