Tidak menutup pintu angkutan umum selama berkendara dapat membahayakan keselamatan penumpang. Sopir angkutan umum yang mengabaikan faktor keselamatan ini dapat dikenai denda tilang maksimal Rp 250 ribu.

“Masih banyak didapatkan pengemudi kendaraan bermotor yang tidak menutup pintu kendaraan selama kendaraan berjalan. Hal ini tentunya akan membahayakan keselamatan penumpang umum dan bahkan keselamatan orang lain di luar angkutan umum itu sendiri,” terang Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto kepada detikcom, Jumat (20/10/2017).

Sesuai Pasal 124 ayat (1) huruf e Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pengemudi kendaraan bermotor umum untuk angkutan orang dalan trayek wajib menutup pintu selama kendaraan berjalan.

“Dapat disimpulkan bahwa kendaraan bermotor umum selama kendaraan berjalan , pintu harus ditutup,” imbuhnya.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut diatur dalam ketentuan pidana Pasal 309 huruf c jo Pasal 124 ayat (1) huruf e Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ketentuan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Budiyanto menjelaskan jika situasi tersebut berakibat pada terjadinya kecelakaan lalu lintas maka polisi dapat melakukan proses penyidikan terhadap kejadian tersebut sesuai UU LLAJ maupun Perkap Kapolri No 15 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penyidikan Lalu Lintas.

“Diimbau kepada seluruh pengemudi kendaraan umum untuk tetap mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga akan terhindar dari dampak negatif yang mungkin akan terjadi , baik berkaitan dengan pidana pelanggaran lalu lintas maupun pidana kejahatan,” tandas Budiyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here