Categories
Berita Polisi Surabaya Uncategorized

GELAR PERKARA TENTUKAN PASAL YANG DISANGKAKAN UNTUK CALON TERSANGKA

Beritapolisi.net – (Rabu, 05/02/2020) Diberi waktu 3×24 jam dalam menentukan seorang calon tersangka terbukti terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba seorang penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya harus memiliki manajemen waktu yang efisien dalam melakukan pemeriksaan awal.

Dalam pemeriksaan satu orang tersangka saja seorang penyidik pembantu memerlukan waktu dua hingga tiga jam, tergantung seberapa rumit perkara yang sedang dihadapi dan apakah si teperiksa dapat berkerja sama dengan baik saat dilakukan pemeriksaan.

Tentunya menjadi sebuah tantangan bagi seorang penyidik pembantu untuk menyelesaikan tugasnya yang baru masuk fase awal. Masih banyak tugas-tugas lain yang menunggu di belakang seperti melaksanakan gelar perkara, melakukan penahanan, melengkapi mindik penyidikan, membuat berkas perkara, mengirim barang bukti ke labfor, hingga melakukan koordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri untuk meminta surat izin.

Merupakan sebuah beban pekerjaan yang ditanggungkan terhadap satu orang. Bayangkan bila ada sepuluh tersangka lain yang menunggu dilakukan pemeriksaan. Masing-masing memiliki karakteristik dan sifat yang harus ditaklukkan oleh para penyidik pembantu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.Skt.10

Categories
Berita Polisi Surabaya Hukum Dan Kriminal Uncategorized

TUGAS SEORANG WASSIDIK, PANTAU JALANNYA PROSES PENYIDIKAN DARI AWAL HINGGA AKHIR

Beritapolisi.net – (Kamis, 20/02/2020) Pengawasan terhadap proses penyidikan perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat profesionalisme seorang penyidik dalam menangani perkara, apakah sudah sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan, kendala-kendala apa saja yang dihadapi para penyidik hingga memberikan solusi dan jalan keluar agar proses penyidikan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Dalam lingkungan Polri seorang Wassidik baik di lingkungan Polda, Polres dan Polsek memiliki peran yang hampir sama. Hanya saja tingkat pembina fungsi yang lebih tinggi dapat mengawasi jalannya proses penyidikan terhadap fungsi di bawahnya.

Sepertinya yang dilakukan Wassidik Ditresnarkoba Polda Jawa Timur kemarin, saat mengunjungi Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Tim Wassidik Ditresnarkoba Polda Jawa Timur di bawah arahan dari AKBP Yossy mengadakan gelar perkara terhadap kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba yang ditangani oleh penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

“Pengawasan terhadap suatu penyidikan tindak pidana khususnya narkoba, memang umum-umum saja dilakukan. Namun, perlakuan khusus diberikan terhadap kasus-kasus yang rumit, salah satu contohnya adalah kasus yang jarang sekali ditangani oleh para penyidik pada umumnya, entah terkait dengan barang bukti jenis baru yang membutuhkan perhatian khusus.” Ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya usai melaksanakan gelar perkara bersama dengan Tim Wassidik Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.Skt.10

Categories
Berita Polisi Surabaya Hukum Dan Kriminal Uncategorized

CAPAI TARGET UNGKAP BESAR DI BULAN FEBRUARI, KAPOLRESTABES SURABAYA BILANG MASIH ADA KEJUTAN PULUHAN KILO GRAM SABU LAGI YANG BELUM DI EKSPOSE

Surabayaraya.com – (Sabtu, 15/02/2020) Satresnarkoba Polrestabes Surabaya kembali berhasil mengungkap jaringan peredaran gelap narkotika yang lagi-lagi dikendalikan oleh oknum narapidana yang berada di dalam lapas. Berawal dari pengumpulan data dari hasil tangkapan-tangkapan yang menarik perhatian sebelumnya karena banyaknya barang bukti narkotika baik jenis sabu dan ekstasi, Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian bersama timnya secara tekun menelusuri satu demi persatu petunjuk hingga pada hari Rabu, 14 Februari 2020 sekitar pukul 03.00 WIB Tim Gabungan dari Satresnarkoba dan Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap seorang kurir narkoba berisinal MH di parkiran sebuah hotel dibilangan Jl. Raya Arjuna Surabaya.

Saat diamankan tidak ditemukan barang bukti apapun kecuali sebuah handphone yang berisi pesan percakapan antara MH dan seorang bandar berinisal IM yang selama ini sudah menjadi TARGET OPERASI (TO) oleh Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Lewat keterangan MH itulah akhirnya petugas kepolisian dapat mengetahui keberadan IM yang selama ini menjadi incaran.

Sekitar pukul  15.30 WIB di hari yang sama, Tim Satgas gabungan akhirnya berhasil mengamankan Target Operasi, yakni IM di rumah kostnya di daerah Kebonsari Surabaya, namun sekali lagi Tim Satgas tidak mendapati adanya barang bukti narkoba dalam bentuk apapun di dalam kamar kost tersangka IM, dan hanya menyita HP yang digunakan oleh tersangka melakukan transaksi dengan seorang bandar di lapas dan para kurir-kurir suruhannya.

Tidak berhenti disitu, Tim Satgas akhirnya melakukan pengembangan dengan membawa tersangka IM menuju daerah Pacet dan Malang Jawa timur untuk mendatangi lokasi yang selama ini digunakan IM  meranjau barang-barang kirimannya dari Lapas. 

Jalan mulus tidak didapatkan oleh Tim Satgas begitu saja, lagi-lagi usaha di daerah Pacet dan Malang Jawa Timur menemui jalan buntu, namun dengan segala upaya akhirnya IM memberikan keterangan kepada Anggota bahwa selama ini ia meranjau  barang-barang berupa narkotika tersebut di daerah Gayungan Surabaya.

Saat Tim Satgas membawa IM untuk menunjukkan lokasi tepat ranjauannya di daerah tersebut, dan ketika petugas dan tersangka IM yang pada saat itu digiring untuk menelusuri sebuah area semak-semak di pinggir jalan, Tersangka IM menunjuk sebuah tas ransel berwarna hitam yang dengan secara tiba-tiba dibuka oleh IM untuk mengambil sebilah pisau yang hendak dihunuskan kepada petugas.

Karena dianggap membahayakan nyawa petugas saat itu akhirnya Anggota melepaskan tembakan ke dada kiri tersangka secara tegas dan terukur. Saat di bawa ke rumah sakit Dr. Soetomo Surabaya tersangka IM sudah dinyatakan telah meninggal dunia. Diketahui bahwa isi tas ransel berwarna hitam yang diranjau di pinggir jalan tersebut berisikan 1 kg sabu dan 1.000 butir pil ekstasi siap edar yang belum sempat diambil oleh kurir suruhannya.

Sampai saat ini Tim Satgas gabungan Satresnarkoba dan Satreskrim Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan petunjuk-petunjuk untuk mengamankan tersangka yang lebih berperan dan tentunya dengan barang bukti yang besar juga.Skt.10

Categories
Berita Polisi Surabaya Uncategorized

PENYIDIK UNIT I PERIKSA CALON TERSANGKA DI AKHIR PEKAN UNTUK KUMPULKAN FAKTA GUNA PERSIAPKAN GELAR PERKARA

Beritapolisi.net – (Sabtu, 15/02/2020) Diberi waktu 3×24 jam dalam menentukan seorang calon tersangka terbukti terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba seorang penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya harus memiliki manajemen waktu yang efisien dalam melakukan pemeriksaan awal.

Dalam pemeriksaan satu orang tersangka saja seorang penyidik pembantu memerlukan waktu dua hingga tiga jam, tergantung seberapa rumit perkara yang sedang dihadapi dan apakah si teperiksa dapat berkerja sama dengan baik saat dilakukan pemeriksaan.

Tentunya menjadi sebuah tantangan bagi seorang penyidik pembantu untuk menyelesaikan tugasnya yang baru masuk fase awal. Masih banyak tugas-tugas lain yang menunggu di belakang seperti melaksanakan gelar perkara, melakukan penahanan, melengkapi mindik penyidikan, membuat berkas perkara, mengirim barang bukti ke labfor, hingga melakukan koordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri untuk meminta surat izin.

Merupakan sebuah beban pekerjaan yang ditanggungkan terhadap satu orang. Bayangkan bila ada sepuluh tersangka lain yang menunggu dilakukan pemeriksaan. Masing-masing memiliki karakteristik dan sifat yang harus ditaklukkan oleh para penyidik pembantu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.Skt.10

Categories
Berita Polisi Surabaya Uncategorized

PAPARKAN HASIL PENYIDIKAN DI DEPAN PIMPINAN GELAR, TENTUKAN PERUBAHAN STATUS TERSAGKA

Beritapolisi.net – (Kamis, 13/01/2020) Dalam menentukan seorang calon tersangka dapat dilakukan penahanan, Penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya perlu melaksanakan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap calon tersangka untuk menemukan fakta melalui keterangan para saksi di lapangan dan hasil pemeriksaan terhadap calon tersangka.

Hasil tersebutlah yang pada nantinya akan dipaparkan kepada para Penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dalam acara gelar perkara.

Gelar Perkara adalah suatu Kegiatan pembuatan keputusan meliputi pengindentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah, evaluasi daripada alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif keputusan yang terbaik. Seorang penyidik bertugas untuk meyakinkan para peserta dan pemimpin gelar perkara, yang dalam hal ini adalah Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya atau wakilnya, bahwa calon tersangka ini bersalah melalui bukti-bukti dan fakta yang di dapat saat pemeriksaan.

Setelah proses gelar perkara ditentukan, Penyidik akan mengambil tindakan untuk melanjutkan proses penanganan perkara ke tahan selanjutnya. Apakah akan dilakukan penahanan terhadap tersangka tersebut, memulangkannya karena terbukti tidak bersalah/ terlibat tindak pidana, atau proses rehabilitasi.

Selain itu proses gelar perkara juga dilakukan kembali saat berkas perkara seorang tersangka telah selesai. Dalam gelar tersebut penyidik akan memaparkan dokumen-dokumen serta membedah isi berkas perkara apakah sudah memiliki payung hukum yang kuat untuk menjerat sang tersangka.

Dan proses gelar perkara yang terakhir adalah pada saat berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (P21). Penyidik dapat memaparkan kepada pemimpin gelar perkara dan peserta lainnya, hasil koordinasi dengan pihak kejaksaan terkait Pengiriman Tersangka berikut barang buktinya ke Kejaksaan untuk proses pelimpahan kasus.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.Skt.10

Categories
Berita Polisi Surabaya Uncategorized

BERGANTIAN, PENYIDIK TIM SUS SATRESNARKOBA PERIKSA CALON TERSANGKA

Beritapolisi.net – (Kamis, 13/02/2020) Diberi waktu 3×24 jam dalam menentukan seorang calon tersangka terbukti terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba seorang penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya harus memiliki manajemen waktu yang efisien dalam melakukan pemeriksaan awal.

Dalam pemeriksaan satu orang tersangka saja seorang penyidik pembantu memerlukan waktu dua hingga tiga jam, tergantung seberapa rumit perkara yang sedang dihadapi dan apakah si teperiksa dapat berkerja sama dengan baik saat dilakukan pemeriksaan.

Tentunya menjadi sebuah tantangan bagi seorang penyidik pembantu untuk menyelesaikan tugasnya yang baru masuk fase awal. Masih banyak tugas-tugas lain yang menunggu di belakang seperti melaksanakan gelar perkara, melakukan penahanan, melengkapi mindik penyidikan, membuat berkas perkara, mengirim barang bukti ke labfor, hingga melakukan koordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri untuk meminta surat izin.

Merupakan sebuah beban pekerjaan yang ditanggungkan terhadap satu orang. Bayangkan bila ada sepuluh tersangka lain yang menunggu dilakukan pemeriksaan. Masing-masing memiliki karakteristik dan sifat yang harus ditaklukkan oleh para penyidik pembantu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.Skt.10

Categories
Berita Polisi Surabaya Uncategorized

BUKA FORUM DISKUS DENGAN ANGGOTANYA, KASATRESNARKOBA POLRESTABES SURABAYA SENANG BILA ANGGOTANYA KRITIS DAN BERKOMPETEN

Beritapolisi.net – (Rabu, 12/01/2020) Dalam menentukan seorang calon tersangka dapat dilakukan penahanan, Penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya perlu melaksanakan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap calon tersangka untuk menemukan fakta melalui keterangan para saksi di lapangan dan hasil pemeriksaan terhadap calon tersangka.

Hasil tersebutlah yang pada nantinya akan dipaparkan kepada para Penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dalam acara gelar perkara.

Gelar Perkara adalah suatu Kegiatan pembuatan keputusan meliputi pengindentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah, evaluasi daripada alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif keputusan yang terbaik. Seorang penyidik bertugas untuk meyakinkan para peserta dan pemimpin gelar perkara, yang dalam hal ini adalah Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya atau wakilnya, bahwa calon tersangka ini bersalah melalui bukti-bukti dan fakta yang di dapat saat pemeriksaan.

Setelah proses gelar perkara ditentukan, Penyidik akan mengambil tindakan untuk melanjutkan proses penanganan perkara ke tahan selanjutnya. Apakah akan dilakukan penahanan terhadap tersangka tersebut, memulangkannya karena terbukti tidak bersalah/ terlibat tindak pidana, atau proses rehabilitasi.

Selain itu proses gelar perkara juga dilakukan kembali saat berkas perkara seorang tersangka telah selesai. Dalam gelar tersebut penyidik akan memaparkan dokumen-dokumen serta membedah isi berkas perkara apakah sudah memiliki payung hukum yang kuat untuk menjerat sang tersangka.

Dan proses gelar perkara yang terakhir adalah pada saat berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (P21). Penyidik dapat memaparkan kepada pemimpin gelar perkara dan peserta lainnya, hasil koordinasi dengan pihak kejaksaan terkait Pengiriman Tersangka berikut barang buktinya ke Kejaksaan untuk proses pelimpahan kasus.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.Skt.10

Categories
Berita Polisi Surabaya Uncategorized

TINGKATKAN ILMU PENYIDIKAN DENGAN TERLATIH MELAKUKAN PEMERIKSAAN AWAL

Beritapolisi.net – (Rabu, 12/02/2020) Diberi waktu 3×24 jam dalam menentukan seorang calon tersangka terbukti terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba seorang penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya harus memiliki manajemen waktu yang efisien dalam melakukan pemeriksaan awal.

Dalam pemeriksaan satu orang tersangka saja seorang penyidik pembantu memerlukan waktu dua hingga tiga jam, tergantung seberapa rumit perkara yang sedang dihadapi dan apakah si teperiksa dapat berkerja sama dengan baik saat dilakukan pemeriksaan.

Tentunya menjadi sebuah tantangan bagi seorang penyidik pembantu untuk menyelesaikan tugasnya yang baru masuk fase awal. Masih banyak tugas-tugas lain yang menunggu di belakang seperti melaksanakan gelar perkara, melakukan penahanan, melengkapi mindik penyidikan, membuat berkas perkara, mengirim barang bukti ke labfor, hingga melakukan koordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri untuk meminta surat izin.

Merupakan sebuah beban pekerjaan yang ditanggungkan terhadap satu orang. Bayangkan bila ada sepuluh tersangka lain yang menunggu dilakukan pemeriksaan. Masing-masing memiliki karakteristik dan sifat yang harus ditaklukkan oleh para penyidik pembantu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.Skt.10

Categories
Berita Polisi Surabaya Hukum Dan Kriminal Uncategorized

BENTUK KERJA SAMA ANGGOTA OPSNAL DAN PENYIDIK, PAPARKAN HASIL LIDIK DI LAPANGAN DAN PENYIDIKAN USAI PENANGKAPAN CALON TERSANGKA UNTUK DILAKUKAN GELAR PENENTUAN JERATAN HUKUM

Beritapolisi.net – (Sabtu, 08/01/2020) Dalam menentukan seorang calon tersangka dapat dilakukan penahanan, Penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya perlu melaksanakan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap calon tersangka untuk menemukan fakta melalui keterangan para saksi di lapangan dan hasil pemeriksaan terhadap calon tersangka.

Hasil tersebutlah yang pada nantinya akan dipaparkan kepada para Penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dalam acara gelar perkara.

Gelar Perkara adalah suatu Kegiatan pembuatan keputusan meliputi pengindentifikasian masalah, pencarian alternatif penyelesaian masalah, evaluasi daripada alternatif-alternatif tersebut, dan pemilihan alternatif keputusan yang terbaik. Seorang penyidik bertugas untuk meyakinkan para peserta dan pemimpin gelar perkara, yang dalam hal ini adalah Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya atau wakilnya, bahwa calon tersangka ini bersalah melalui bukti-bukti dan fakta yang di dapat saat pemeriksaan.

Setelah proses gelar perkara ditentukan, Penyidik akan mengambil tindakan untuk melanjutkan proses penanganan perkara ke tahan selanjutnya. Apakah akan dilakukan penahanan terhadap tersangka tersebut, memulangkannya karena terbukti tidak bersalah/ terlibat tindak pidana, atau proses rehabilitasi.

Selain itu proses gelar perkara juga dilakukan kembali saat berkas perkara seorang tersangka telah selesai. Dalam gelar tersebut penyidik akan memaparkan dokumen-dokumen serta membedah isi berkas perkara apakah sudah memiliki payung hukum yang kuat untuk menjerat sang tersangka.

Dan proses gelar perkara yang terakhir adalah pada saat berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (P21). Penyidik dapat memaparkan kepada pemimpin gelar perkara dan peserta lainnya, hasil koordinasi dengan pihak kejaksaan terkait Pengiriman Tersangka berikut barang buktinya ke Kejaksaan untuk proses pelimpahan kasus.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.Skt.10

Categories
Berita Polisi Surabaya Uncategorized

KUMPULKAN FAKTA DALAM PEMERIKSAAN CALON TERSANGKA, PENYIDIK KUMPULKAN BAHAN UNTUK PAPARAN GELAR PERKARA

Beritapolisi.net – (Rabu, 05/02/2020) Diberi waktu 3×24 jam dalam menentukan seorang calon tersangka terbukti terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan narkoba seorang penyidik Satresnarkoba Polrestabes Surabaya harus memiliki manajemen waktu yang efisien dalam melakukan pemeriksaan awal.

Dalam pemeriksaan satu orang tersangka saja seorang penyidik pembantu memerlukan waktu dua hingga tiga jam, tergantung seberapa rumit perkara yang sedang dihadapi dan apakah si teperiksa dapat berkerja sama dengan baik saat dilakukan pemeriksaan.

Tentunya menjadi sebuah tantangan bagi seorang penyidik pembantu untuk menyelesaikan tugasnya yang baru masuk fase awal. Masih banyak tugas-tugas lain yang menunggu di belakang seperti melaksanakan gelar perkara, melakukan penahanan, melengkapi mindik penyidikan, membuat berkas perkara, mengirim barang bukti ke labfor, hingga melakukan koordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri untuk meminta surat izin.

Merupakan sebuah beban pekerjaan yang ditanggungkan terhadap satu orang. Bayangkan bila ada sepuluh tersangka lain yang menunggu dilakukan pemeriksaan. Masing-masing memiliki karakteristik dan sifat yang harus ditaklukkan oleh para penyidik pembantu.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan wujud kehadiran anggota Polrestabes Surabaya di lapangan, hal ini bertujuan untuk mendekatkan diri dan memberikan pelayanan prima kepada masyarakat khususnya warga kota Surabaya.

“Mari kita bekerjasama dan sama-sama bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing dengan tujuan untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bersinergi antara Polrestabes Surabaya dengan semua elemen Masyarakat untuk bersama Jogo Suroboyo, Dengan begitu dunianya kita dapat dan akhiratnya kita dapatkan,” ujar Kombes Pol Sandi Nugroho, Kapolrestabes Surabaya.

Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho.Skt.10