31.7 C
Surabaya
8 September 2026
Berita Polisi

Polri Jadi Contoh Nasional : Standar Tinggi dan Rapid Tes Cegah Keracunan di Dapur SPPG

Polri Jadi Contoh Nasional : Standar Tinggi dan Rapid Tes Cegah Keracunan di Dapur SPPG

Jakarta, 1 Oktober 2025 — Dalam upaya memperkuat keamanan pangan dan mencegah kasus keracunan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa seluruh dapur SPPG di Indonesia akan mengadopsi standar operasional seperti yang diterapkan oleh SPPG di bawah naungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Hal ini sejalan dengan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia.

Menurut Dadan, langkah ini bukan tanpa alasan. Hingga saat ini, dapur SPPG yang dikelola oleh Polri tercatat bersih dari kasus keracunan makanan. Salah satu faktor utamanya adalah penerapan standar bangunan dan prosedur yang ketat, termasuk penggunaan alat rapid test sebelum makanan didistribusikan kepada masyarakat.

“Pertama, seluruh bangunan yang dibangun oleh Polri itu kan standarnya bagus ya. Kemudian yang kedua, mereka melakukan rapid test sebelum makanan itu diedarkan,” ujar Dadan Hindayana di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

 

Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa melalui instruksi presiden, seluruh SPPG ke depan akan mengikuti sistem yang telah berhasil diterapkan Polri. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan keamanan dan kualitas makanan, terutama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditujukan untuk masyarakat kurang mampu.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago, juga turut mengapresiasi kinerja Polri dalam pengelolaan SPPG. Dalam rapat kerja bersama BGN dan Kementerian Kesehatan, ia menyampaikan bahwa tak ada satu pun kasus keracunan di 600 SPPG yang berada di bawah pengawasan Polri.

“Kalau menurut saya, nggak penting mau politisi maupun Polri, mau TNI mau siapa pun yang mempunyai dapur, tapi yang penting itu tanggung jawabnya,” ujar Irma. Ia menambahkan bahwa informasi yang ia terima menunjukkan dapur milik Polri tidak hanya bebas kasus, tetapi juga memenuhi standar yang tinggi dalam aspek kebersihan, pengelolaan, dan keamanan makanan.

Langkah Polri dalam menerapkan rapid test sebelum penyajian makanan dinilai sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab nyata terhadap keselamatan penerima manfaat. Ini menjadi tolok ukur baru dalam tata kelola dapur publik yang profesional dan terukur.

Dengan diadopsinya standar ini secara nasional, diharapkan seluruh dapur SPPG—baik di bawah instansi pemerintah pusat, daerah, maupun lembaga lainnya—dapat meniru kesuksesan Polri dalam mengelola program gizi nasional secara aman, sehat, dan terpercaya.

Penerapan sistem seperti yang dilakukan Polri tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi penting dalam membangun budaya pelayanan publik yang mengutamakan kualitas, keamanan, dan tanggung jawab. Polri, melalui kontribusinya di sektor non-keamanan ini, telah memberikan teladan bahwa pelayanan publik berkualitas tinggi adalah tanggung jawab bersama.

 

 

Related posts

Bangga! 3 Srikandi Polri Raih Medali di SEA Games Thailand

Khoirul Amin

Kapolda Sumsel Sandi Nugroho Gembleng Karakter Siswa Taruna Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045 Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembekalan karakter dan kepemimpinan yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH MHum, dalam kegiatan “Jumpa Tokoh” bersama para siswa SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Kamis (30/7/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pagar Alam, H Ludi Oliansyah ST, Kepala SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Brigjen TNI Mochammad Ghoffar Ngismangil, para Pejabat Utama Polda Sumsel, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tenaga pendidik, dan para siswa kelas XI SMA Taruna Nusantara. Dalam pembekalannya, Kapolda Sumatera Selatan menekankan bahwa keberhasilan Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, disiplin, serta jiwa kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman. “Bonus demografi yang akan dinikmati Indonesia harus kita dipersiapkan sejak dini agar menjadi modal pembangunan nasional,” Dalam kegiatan tersebut, ia mengingatkan para siswa mengenai berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital, mulai dari penyalahgunaan teknologi, judi online, penyalahgunaan narkoba, perundungan (*bullying*), hingga cyberbullying. Oleh karena itu menurutnya pendidikan karakter menjadi benteng utama agar generasi penerus bangsa tetap memiliki moral, etika, dan rasa tanggung jawab terhadap masa depan Indonesia. “Apa yang dilakukan hari ini adalah langkah untuk membentuk karakter, memperkuat integritas, serta mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa yang unggul, karena mereka merupakan generasi yang pada tahun 2045 akan berada pada usia produktif. ,” terangnya Kapolda. Selain memberikan pembekalan, Kapolda Sumsel juga berdialog secara interaktif dengan para siswa melalui sesi tanya jawab mengenai kepemimpinan, wawasan kebangsaan, perkembangan teknologi, serta tantangan yang akan dihadapi generasi muda di masa mendatang. Sementara Kepala SMA Taruna Nusantara Pagar Alam Brigjen TNI Mochammad Ghoffar Ngismangil menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Kapolda Sumatera Selatan terhadap dunia pendidikan. “Kehadiran Kapolda merupakan bentuk nyata sinergi antara institusi keamanan dan lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda. Pembekalan seperti ini memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus meningkatkan disiplin, integritas, serta wawasan kebangsaan sebagai bekal menjadi pemimpin Indonesia di masa depan,” terangnya. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya SIK MH, mengungkapkan bahwa pembinaan karakter generasi muda merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia di bidang pembangunan sumber daya manusia. “Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi yang berintegritas, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu menjadi penggerak pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya. Terakhir dia sampaikan bahwa kehadiran Polri di lingkungan pendidikan merupakan wujud nyata peran kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi membangun ketahanan sosial, memperkuat karakter kebangsaan, serta mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja yang dapat mengancam masa depan bangsa. Oleh karena itu, melalui kegiatan “Jumpa Tokoh” di SMA Taruna Nusantara Pagar Alam, Polda Sumsel berkomitmen untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan karakter generasi muda. “Kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan diharapkan terus berlanjut sebagai fondasi dalam mencetak pemimpin bangsa yang unggul, berintegritas, berdaya saing global, serta mampu menjaga persatuan, stabilitas keamanan, dan kemajuan Indonesia di masa depan,” tutupnya Nandang

beritapolisi

Polresta Bulungan Musnahkan Ribuan Pil Ekstasi dan Ratusan Gram Sabu

Khoirul Amin

Leave a Comment