28.9 C
Surabaya
19 Oktober 2026
Berita Polisi

Kapolda Metro Keliling Pantau Mudik di Terminal-Stasiun, Pastikan Masyarakat Terlayani

Kapolda Metro Keliling Pantau Mudik di Terminal-Stasiun, Pastikan Masyarakat Terlayani

Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri telah melaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah simpul transportasi utama di Jakarta pada Sabtu (14/3). Dia memastikan kesiapan personel, serta keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam Operasi Ketupat Jaya 2026.
Irjen Asep didampingi Wakapolda Metro Jaya beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) menyisir Terminal Pulo Gebang, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, hingga Pospam Bundaran HI pada Sabtu (14/3/2026). Pemantauan dilakukan maraton mulai pukul 14.00 WIB hingga petang.

“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2026 berjalan optimal. Fokus utama kami adalah pelayanan yang humanis dan memastikan pemudik merasa aman serta nyaman selama di perjalanan,” ujar Irjen Asep dalam keterangannya.

Rombongan tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang sekitar pukul 14.45 WIB. Di lokasi ini, Kapolda sempat meninjau Posko Kesehatan dan melakukan pengecekan kelaikan kendaraan (ramp check) pada armada bus.

Suasana hangat terlihat saat Irjen Asep menyapa para pemudik di ruang tunggu dan area bermain anak. Tak hanya menyapa, jenderal bintang dua ini juga membagikan cokelat kepada anak-anak dan bingkisan makanan kepada para penumpang yang bersiap berangkat.

Suasana hangat terlihat saat Irjen Asep menyapa para pemudik di ruang tunggu dan area bermain anak. (Dok istimewa).
Berdasarkan data, pada Jumat (13/3), tercatat ada 4.160 penumpang yang berangkat dari Pulo Gebang. Sementara itu, hingga Sabtu sore saat peninjauan, tercatat 1.307 penumpang telah diberangkatkan.

“Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 13 Maret kemarin dan nanti kembali melonjak pada 17 Maret mendatang. Kami siapkan 6.812 personel gabungan untuk mengawal 1.647 titik lokasi pengamanan,” jelasnya.

Beranjak dari Jakarta Timur, Kapolda Metro dan rombongan lanjut menuju Stasiun Pasar Senen pukul 16.00 WIB. Irjen Asep mengecek kesiapan ruang ibu menyusui dan fasilitas kesehatan stasiun. Ia juga sempat masuk ke dalam rangkaian kereta untuk berdialog dengan penumpang.

Satu jam berselang, pemantauan berlanjut ke Stasiun Gambir. Di sini, Kapolda memantau situasi melalui ruang monitor Kepala Stasiun. Tercatat pada hari Sabtu ini, sebanyak 17.525 penumpang berangkat dari Stasiun Gambir menggunakan 46 rangkaian kereta api.

Di kedua stasiun ini, Kapolda memberikan apresiasi berupa parcel buah kepada para petugas yang berjaga di Pos Pengamanan sebagai bentuk dukungan moril.

Menutup rangkaian peninjauan, Irjen Asep menyambangi Pospam Bundaran HI pada pukul 17.10 WIB. Selain memantau arus mudik, pengecekan ini juga difokuskan pada kesiapan pengamanan hari besar keagamaan yang berdekatan.

“Di Bundaran HI, kami pastikan kesiapan personel menghadapi Hari Raya Idul Fitri sekaligus Hari Raya Nyepi. Anggota harus tetap responsif dan siaga mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat di pusat kota,” tegasnya.

Secara umum, Irjen Asep menyebut situasi kamtibmas di titik-titik transportasi utama Jakarta dalam keadaan kondusif. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa Polri menyediakan layanan penitipan kendaraan di Polres dan Polsek bagi warga yang mudik, serta layanan darurat melalui Call Center 110.

Irjen Asep memastikan jajaran Polda Metro Jaya bersama stakeholder terkait terus bekerja maksimal. Mereka memastikan pemudik terlayani dengan baik dan situasi kamtibmas di Jakarta senantiasa kondusif.

Related posts

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Bongkar Peredaran 4.395 Obat Berbahaya tanpa Izin Edar di Jagakarsa, 1 Orang Turut diamankan

Khoirul Amin

Kapolda Sumsel Tegaskan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanganan Karhutla Tribratanews.polri.go.id – PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Selain melakukan pemadaman terhadap titik api yang masih aktif, langkah pencegahan dan mitigasi di wilayah rawan juga terus dimaksimalkan agar kebakaran tidak meluas maupun muncul di kawasan baru. Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menyampaikan hal tersebut usai mengikuti kegiatan Salat Istisqa bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Selasa (25/8/2026). Kapolda mengatakan, kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam pengendalian Karhutla di Sumatera Selatan. Kerja bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, stakeholder terkait serta masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan. “Kolaborasinya luar biasa. Pencegahannya kita maksimalkan. Yang masih nyala kita padamkan. Yang di depan kita juga akan kita mitigasi agar jangan sampai terbakar juga,” ujar Kapolda. Menurut Kapolda, upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan pencegahan, pemadaman serta penegakan hukum. Hingga saat ini, sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penanganan perkara terkait Karhutla. Kapolda juga menyampaikan bahwa terdapat perkara yang telah dituntaskan, sementara sejumlah perkara lainnya masih dalam proses penanganan. Penegakan hukum tersebut tetap berjalan beriringan dengan upaya pencegahan dan penanganan titik api di lapangan. “Mudah-mudahan ketika kita sudah berbuat bersama dengan Pak Kajati, dengan Pak Gubernur, semuanya sudah baik,” katanya. Di sisi penanganan lapangan, Kapolda menjelaskan masih terdapat kawasan yang membutuhkan perhatian. Karena itu, pemadaman pada lokasi yang masih terdapat titik api serta mitigasi terhadap kawasan yang berpotensi terbakar terus dilakukan bersama seluruh unsur terkait. Kegiatan Salat Istisqa yang diikuti Kapolda Sumsel bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama di tengah upaya penanganan Karhutla. Sementara di lapangan, langkah operasional berupa pencegahan, mitigasi, pemadaman dan penegakan hukum terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan, pengendalian Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat karena pencegahan menjadi salah satu langkah penting untuk menekan munculnya kebakaran baru. “Polda Sumsel bersama jajaran akan terus mengoptimalkan langkah pencegahan, pemadaman dan mitigasi, sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap perkara Karhutla yang ditangani. Kami juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” ujar Nandang. Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, stakeholder terkait hingga masyarakat harus terus diperkuat. Partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi mengenai munculnya titik api maupun potensi kebakaran juga diperlukan agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Polda Sumsel memastikan pengendalian Karhutla akan terus dilakukan secara terpadu melalui langkah preventif, respons cepat terhadap titik api dan penegakan hukum. Kolaborasi seluruh unsur diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan di Sumatera Selatan.

beritapolisi

Atlet Taekwondo Garbha Polri Juara Umum di Jepang, Kapolri Apresiasi

beritapolisi

Leave a Comment